Bisnis Tiket adalah sebuah bisnis modern yang menyediakan pembelian Tiket Pesawat, Kereta Api dan Hotel secara online. Kami memiliki manajemen bisnis yang telah teruji dalam menghasilkan profit yang besar dan pelayanan yang prima. Pengalaman dalam core business ticketing sudah tidak perlu Anda ragukan lagi. CV. Surya Online bekerja sama dengan banyak maskapai penerbangan, serta kurang lebih 2000 hotel di seluruh Indonesia dan PT KAI sebagai perusahaan resmi penjualan tiket kereta api.

PELUANG USAHA BISNIS TANPA MODAL
KONSEP BISNIS DENGAN RESIKO MINIM

Jika travel agen lain mengharuskan Anda untuk membayarkan sejumlah uang untuk biaya pendaftaran, kami tawarkan bisnis luar biasa ini secara GRATIS, tanpa biaya sepeserpun...

Bisnis dengan resiko minim, tidak ada target penjualan, tidak ada kemampuan khusus yang harus dikuasai...

Tidak ada yang berani memberikan discount / potongan harga tiket yang besar seperti yang kami tawarkan

 Apa Saja Yang Perlu Anda Persiapkan Untuk Menjalani Bisnis Ini?
1. Akses Internet;
2. Komputer / Laptop ;
3. Handphone / Smartphone;
4. Printer;
5. Meja dan kursi yang nyaman untuk bekerja;
6. Dan tentunya nomor rekening bank untuk bertransaksi dan menerima komisi dari kami.


Apapun background pekerjaan Anda, latar belakang, keahlian, daerah tempat tinggal, asalkan bisa terhubung dengan internet dan mempunyai seperangkat komputer atau laptop, bisnis ini sudah bisa dijalankan. Bagi yang memiliki smarthpone lebih mudah lagi, Anda bisa online dan bertransaksi di mana saja bahkan sambil hang out sekalipun.
Customer service kami selalu siap melayani Anda 7 x 24 jam, Anda dapat menghubungi kami via Telepon, SMS, YM dan email. Kami akan selalu ada untuk membimbing Anda menjalani bisnis ini, begitu juga bila Anda mengalami kendala dalam bertransaksi, silahkan diskusikan dengan kami melalui kontak CS Online.

Jalani Bisnis Tiket Ini dan Dapatkan Potensi Penghasilan
Hingga Rp. 6.262.500,- tiap Bulannya



Rabu, 30 Maret 2016

Garuda Resmi Penerbangan Ke Heathrow London

Maskapai National Flag Carrier Garuda Indonesia hari ini meresmikan layanan penerbangan ke Bandara Heathrow, London. Penerbangan ini sebagai mempekuat upaya bisnis dan memperluas National Branding di Eropa, setelah sebelumnya Garuda terbang ke Bandara Gatwick, sejak September lalu.

bisnistiket.co.id


“London Heathrow merupakan Bandara tersibuk di Dunia, peringkat keenam dengan lalu lintas penumpang yang sangat tinggi. Dengan layanan Garuda Indonesia ke Bandara ini, diharapkan dapat memperluas konektivitas penumpang di pasar Eropa, khususnya Inggris, utamanya dengan jaringan SkyTeam ke berbagai destinasi di dunia,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo, pada acara Seremonial Penerbangan Perdana Garuda Indonesia, ke London Heathrow, di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (31/3).

Penerbangan dari Jakarta menuju Heathrow, dilayani melalui Singapura (transit), sedangkan dari Heathrow ke Jakarta bakal dilayani nonstop, lima kali per minggu (setiap Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu). Penerbangan ini menggunakan pesawat Boeing 777-300ER yang dilengkapi dengan layanan First-Class, dengan kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang, dengan konfigurasi delapan kursi untuk First-Class, 38 kursi untuk kelas bisnis, dan 268 kursi untuk kelas ekonomi.

Penerbangan GA-086 ini berangkat dari bandara Soekarno-Hatta pukul 08.25 WIB dan tiba di Singapura pukul 11.25 waktu setempat. Penerbangan dari Singapura pukul 12.20 dan dijadwalkan tiba di Heathrow pukul 18.55 waktu setempat. Sementara penerbangan GA-087 dari Heathrow pukul 21.00 dan tiba di Jakarta pada pukul 17.00 WIB pada hari berikutnya.


Melalui London Heathrow, penumpang Garuda Indonesia dapat merasakan manfaat penuh dari keanggotaanya di SkyTeam, termasuk fasilitas SkyTeam Lounge di Terminal 4 London Heathrow. Selain itu, posisi strategis London Heathrow yang terkoneksi dengan 1.052 destinasi yang dilayani SkyTeam, juga akan memudahkan penumpang Garuda Indonesia yang hendak melanjutkan penerbangannya ke destinasi, selain Eropa

Selasa, 29 Maret 2016

Kemenhub Tindak Lanjuti Wacana Penambahan Jam Operasional Bandara

Sebagai upaya untuk meratakan trafik penerbangan, dan memenuhi kebutuhan jasa angkutan udara yang terus meningkat, rencana penambahan waktu operasi di sejumlah bandara tengah ditindaklanjuti Kemenhub. Seperti diungkapkan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo untuk menambah jam operasi bandara tidak mudah. Pasalnya, penambahan waktu operasi juga harus disertai dengan penambahan SDM, alat navigasi dan lain sebagainya.

bisnistiket.co.id


“Nantinya akan diverifikasi oleh Direktorat Kebandarudaraan. Bandara harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu, seperti jumlah SDM, peralatan navigasi, dan lain sebagainya. Bahkan, sampai lampu landasan apabila diperlukan,” katanya, seperti dilansir Bisnis.com. Koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) juga dilakukan Kemenhub demi mendukung hal tersebut. Hal itu terkait dengan pencabutan moratorium perekrutan PNS Kemenhub.

Meski begitu, penambahan waktu operasi bandara harus diajukan oleh pengelola bandara itu sendiri, baik unit penyelenggara bandar udara (UPBU) Kemenhub maupun badan usaha bandar udara (BUBU). “Waktu saya di Batam, enggak ada surat edaran dari menteri sebelumnya. Tapi saya melihat bahwa bandara di Batam ini perlu diperpanjang karena memang demand-nya itu ada, sehingga sayalah yang mengajukan,” tuturnya.

Suprasetyo meyakini penambahan waktu operasi bandara juga akan membuat utilitas pesawat dari maskapai niaga menjadi lebih optimal, selain mempermudah realisasi pemerataan trafik pergerakan pesawat. Direktur Kebandarudaraan Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan rencana penambahan waktu operasi saat ini masih dibahas oleh para pemangku kepentingan. Namun, dia belum mau merinci bandara mana saja yang jam operasinya ditambah.
“Itu ada forumnya. Seingat saya, pengajuan tambahan waktu operasi itu ada yang sudah, ada yang belum, dan ada juga yang masih ditindaklanjuti.”

Senin, 28 Maret 2016

Kemenhub Dukung Garuda Beroperasi Di Pondok Cabe

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Pertamina dan Pelita Air Service selaku pemilik dan pengelola Bandara Pondok Cabe untuk mengoperasikan layanan penerbangan komersial dari bandara yang berada di wilayah Tangerang Selatan itu. Namun, rencana itu sempat mendapatkan hambatan karena Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak kunjung memberikan izin komersialisasi Bandara Pondok Cabe. Kementerian Perhubungan mempertimbangkan masalah safety, di mana ruang udara Bandara Pondok Cabe bersinggungan dengan ruang udara Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. 


bisnistiket.co.id


Lalu, bagaimana kelanjutan rencana tersebut? Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengklaim pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan layanan penerbangan komersial dari Bandara Pondok Cabe. Syaratnya, pengelolaan Bandara Pondok Cabe diserahkan kepada Angkasa Pura II yang kini menjadi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma. “Kita sudah jelas didukung Kementerian Perhubungan. Sekarang sedang pembahasan tripartit antara Angkasa Pura II dengan Pelita dan Garuda. Pembicaraannya sudah lebih detail lagi,” kata dia.

Menurut Arif, pembicaraan tiga pihak antara Garuda Indonesia, Pelita Air Service, dan Angkasa Pura II sudah beranjak ke masalah teknis, khususnya terkait dengan sistem navigasi bandara yang semuanya perlu mendapatkan upgrade. “Kalau untuk aerospace Badara Pondok Cabe yang sudah disetujui itu diatur dalam satu titik di Halim Perdana Kusuma,” ujarnya.


Arif menambahkan, Garuda Indonesia akan melayani sekitar delapan rute penerbangan dari Bandara Pondok Cabe dengan durasi waktu satu hingga satu setengah jam penerbangan menggunakan pesawat ATR 72-600. “Syukur-syukur nanti kalau Jakarta yang bisa arah ke selatan. Kan kita arah ke Jawa Tengah, Kalimantan bagian selatan, jadi kita akan maksimalkan juga bandara-bandara yang dimiliki Pertamina, kan ada tujuh sampai delapan bandara,” imbuh dia.

Minggu, 27 Maret 2016

Hari Ini Puncak Arus Balik Liburan Di Bandara Soetta

Jumlah penumpang yangi tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta dari berbagai daerah pada H+5  atau Senin (4/8) terus meningkat. Hasil pantauan Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2014 terhadap 32 bandar udara di Indonesia dalam masa Angkutan Lebaran dari H-7 s.d. H+5 untuk Bandara Soekarno-Hatta penumpang yang tiba jauh lebih banyak.

bisnistiket.co.id


“Dari hasil pemantauan pada H+5  Minggu (3/8)  data sementara jumlah penumpang yang tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta telah mencapai angka 78.815 penumpang”, kata J. A. Barata, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan di Jakarta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Lebaran tahun 2013, jumlah ini  meningkat sebesar 12,82%. “Jumlah penumpang yang tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta telah meningkat 12,82% dibanding periode yang sama pada tahun 2013 sebesar 69.857 penumpang”, tambah Barata.

Dapat diambil kesimpulan sementara bahwa pada H+5 Lebaran merupakan puncak arus balik pemudik yang menggunakan moda transportasi udara atau pesawat yang kembali ke Jakarta, “Kesimpulan sementara H+5 merupakan puncak arus balik pemudik yang menggunakan moda transportasi udara yang melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada tahun 2014 ini”.

Peningkatan jumlah penumpang yang tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sudah terjadi sejak H2 Lebaran dimana angka ini sempat menurun pada H+3 namun kembali meningkat secara kontinyu hingga H+5.

Direktorat Jenderal Perhubungan sampai dengan hari ini masih memantau 32 bandar udara termasuk di dalamnya 7 bandar udara internasional di Indonesia. Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu di kantor Kementerian Perhubungan Pusat masih dibuka hingga tanggal 5 Agustus 2014

Sabtu, 26 Maret 2016

Pembangunan Bandara Silangit Ditargetkan Selesai September

Pengerjaan proyek pengembangan Bandara Silangit di Siborong–borong, Tapanuli Utara, ditargetkan PT Angkasa Pura (Persero) II bakal selesai pada September 2016. Adapun pengerjaan proyek meliputi perluasan bandara dan pembangunan tower pemantau penerbangan yang baru. “Airnav juga sudah bersedia membangun tower di sini,” kata Budi Karya Sumadi, Direktur Utama  PT Angkasa Pura (Persero) II  di bandara Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara.

bisnistiket.co.id


Nantinya dengan dukungan tower baru itu, pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 bakal lebih nyaman mendarat di bandara itu. Bandara Silangit sendiri sejauh ini baru bisa didarati pesawat baling-baling seperti milik Wings Air serta Susi Air, dan jet Bombardier milik Garuda Indonesia. Adapun, rencana perluasan bandara Silangit terbagi dua. Pertama, perluasan fisik terminal penumpang pada bulan April 2016. Angkasa Pura II akan memperluas terminal dari 500 meter persegi (m²) menjadi 1.706 m². Dus kapasitas terminal akan membesar dari 80 penumpang per jam menjadi 3.000 penumpang. Angkasa Pura II juga bermaksud melengkapi terminal penumpang dengan area komersial seluas 141 m².

Kedua, perluasan landasan pacu pada Mei 2016. Angkasa Pura II akan memperluas landasan pacu dari semula 2.400 meter x 30 meter menjadi 2.650 meter x 45 meter. Angkasa Pura II juga akan memperkuat struktur landasan pacu supaya bisa menampung empat pesawat sekaligus. “Mudah-mudahan Sriwijaya dan Batik Air bisa masuk,” harap Budi. Meski rencana pengembangan bandara sudah tersusun manis, Angkasa Pura II belum mematok untung bandara Silangit. Target pendapatan bandara itu tahun ini adalah Rp 300 juta, atau naik 100 persen ketimbang realisasi tahun lalu. Sementara biaya operasional tahunan bandara itu sekitar Rp 1 miliar.

Jumat, 25 Maret 2016

AP II Akan Buka Usaha Kargo Di Bandara Kertajati

Sebagai upaya perseroan dalam mengembangkan Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, PT Angkasa Pura II (AP II) berencana membentuk anak usaha yang bergerak di bisnis kargo. ”Kalau diperkenankan, kita akan ikut bisnis kargo, nantinya kami melakukan joint operation dengan pemerintah daerah untuk membentuk anak usaha fasilitas kargo di Bandara Kertajati,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, seperti dilansir Koran Sindo.

bisnistiket.co.id


Guna membangun fasilitas kargo di bandara tersebut, Budi menyebut perseroan siap mengalokasikan dana sebesar Rp 200 hingga Rp 400 miliar. Pada tahap awal, AP II berencana membentuk anak usaha yang juga turut menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. ”Potensi bisnisnya pasti ada, yang penting kami investasi dulu untuk membangun fasilitas kargo ini,” ujarnya.

Untuk membentuk anak usaha bidang kargo, Budi menambahkan, AP II telah memperoleh izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tahap selanjutnya yaitu pembahasan dengan pemangku kepentingan terkait, dalam hal ini yakni Pemprov Jabar. Seperti diketahui, bandara ini nantinya akan dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pembangunannya akan menggunakan dana APBN.

Sebelumnya Direktur Kebandarudaraan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, Bandara Kertajati disiapkan ke depan sebagai pengganti Bandara Husen Sastranegara. ”Namun, belum ada kejelasan mengenai pembangunan sisi darat terminal yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Sedangkan, pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran pembangunan sejak tahun 2013 sampai tahun ini (2016),” katanya

Kamis, 24 Maret 2016

Air France Dan Kuwait Airways Akan Hentikan Operasi Di Soetta

Dua maskapai penerbangan asing, Air France dan Kuwait Airways, dikabarkan bakal menghentikan operasinya dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta mulai akhir Maret 2o16. Salah satu penyebab penutupan rute penerbangan itu lantaran lesunya bisnis penerbangan global. Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan, sejauh ini memang baru dua maskapai penerbangan asing itu yang akan menghentikan layanan penerbangan dari Bandara Soekarn-Hatta. Namun, bukan tidak mungkin langkah dari kedua maskapai penerbangan akan diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya. “Kami menerima surat secara resmi dari Air France dan Kuwait Airways untuk melakukan penutupan rute terbang mulai 28 Maret mendatang, hal ini disebabkan lesunya permintaan dan berkembangnya aliansi penerbangan global,” ungkap dia.

bisnistiket.co.id


Menurut Agus, maskapai penerbangan asing cenderung memanfaatkan jaringan aliansi yang dimiliki untuk melayani penerbangan ke Jakarta dengan efektif dan efisien. Seperti diketahui, sekarang ada tiga aliansi penerbangan global, yakni Star Alliance, Oneworld, dan SkyTeam. “Seperti KLM rute Amsterdam-Kuala Lumpur-Jakarta. Biasanya penumpang banyak turun di Kuala Lumpur, sisanya ke Jakarta. Nah sisanya itu dialihkan ke Garuda Indonesia, di mana merupakan anggota dari aliansinya. Begitu juga sebaliknya,” kata dia.

Meskipun demikian, kata Agus, penutupan rute penerbangan oleh dua maskapai penerbangan asing itu tidak berpengaruh banyak terhadap Bandara Soekarno-Hatta. Malah penutupan kedua maskapai penerbangan sedikit melegakan lalu lintas penerbangan di bandara terbesar di Indonesia tersebut. “Karena banyak maskapai asing yang minta slotnya itu jam 7 dan 8 pagi. Nah ini kan susah, sudah padat juga. Mau menggeser ke jam lainnya juga susah, karena mereka juga ada kepentingan dari sisi bisnisnya,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Asing di Indonesia atau Board of Airlines Representatif Indonesia (BAR Indo) Susie Charma mengatakan bahwa penutupan rute penerbangan oleh dua maskapai penerbangan asing itu tidak perlu dikhawatirkan karena hanya bersifat sementara. “Kuwait Airways, misalnya, terpaksa menutup rute ke Soekarno-Hatta karena pemesanan pesawat terbaru akan datang pada April 2016. Pesawat Kuwait itu usianya sudah banyak di atas 25 tahun, enggak bisa lagi dipakai untuk rute internasional. Jadi, mungkin rencana mereka itu pada Oktober atau Desember tahun ini sudah bisa masuk lagi,” kata Susie.

Rabu, 23 Maret 2016

Tiket KAI Untuk Long Weekend Sudah Ludes Terjual

Menjelang libur panjang (long weekend) yang jatuh pada tanggal 25-27 Maret 2016 ini sejumlah Kereta Api tujuan Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah mayoritas habis terjual.Berdasarkan data yang diperoleh sampai Selasa (22/3), KA untuk keberangkatan pada tanggal 24 Maret hanya tinggal KA Argo Jati dan Cirebon Ekspress (Jakarta - Cirebon), serta Argo Parahyangan (Jakarta - Bandung) - keberangkatan dari Stasiun Gambir - yang masih tersisa.

bisnistiket.co.id


Sedangkan untuk KA keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pada tanggal 24 Maret hanya tinggal KA Menoreh (Jakarta - Semarang) dan Tegal Ekspress (Jakarta - Tegal) yang masih tersisa.
"Ketersediaan kursi di KA-KA tersebut sekitar 30 persen dari total tempat duduk yang dijual,"‎ kata Senior Menjer Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta Bambang S Prayitno, Rabu (23/3/2016). Sedangkan untuk KA-KA keberangkatan pada hari Jumat (25/3) masih banyak tersedia, di antaranya Argo Sindoro (Jakarta - Semarang), Argo Jati dan Cirebon Ekspress (Jakarta - Cirebon), Argo Anggrek Malam, Sembrani, dan Bangunkarta (Jakarta - Surabaya), Purwojaya (Jakarta - Cilacap), Tegal Bahari (Jakarta - Tegal), serta Argo Parahyangan (Jakarta - Bandung)‎.

Jumlah ketersediaan tempat duduk KA-KA keberangkatan dari stasiun Gambir tersebut masih di atas 50 persen dari total yang tersedia. Untuk KA keberangkatan dari stasiun Pasar Senen pada tanggal 25 Maret, hanya KA Majapahi (Jakarta - Malang), KA Menoreh (Jakarta - Semarang), serta KA Gumarang (Jakarta - Surabaya) yang masih tersedia. Kisaran ketersediaan tempat duduk untuk KA Menoreh bahkan masih 90 persen dari total kapasitas.

Sedangkan untuk KA keberangkatan tanggal 26 dan 27 Maret, hanya KA Matarmaja, Gaya Baru Malam, Brantas, Kertajaya, Bengawan, Progo, dan Tawang Jaya yang sudah habis terjual. Namun untuk yang lain masih tersedia. "Data sisa tempat duduk akan selalu berubah dalam hitungan detik, dikarenakan online ticketing, pastikan pemesanan tiket sesuai identitas bagi yang akan bepergian, dan jika identitas tidak sesuai maka tiket dinyatakan tidak berlaku," tambah Bambang.
Selain itu, Bambang juga meminta kepada calon penumpang untuk memastikan jadwal keberangkatan dan tanggal keberangkatan KA dan pertimbangkan waktu tempuh perjalanan menuju stasiun keberangkatan KA.

Untuk kenyamanan pengguna jasa KA, Bambang menyarankan agar menghindari membeli tiket dari penawaran jasa perorangan yang akan merugikan konsumen. Pastikan reservasi melalui agen atau layanan resmi yang bekerjasama dengan PT KAI. Tak kalah penting, Bambang mengingatkan, bagi penumpang yang membawa barang bagasi wajib mematuhi ketentuan yakni berat maksimal bagasi untuk tiap penumpang yakni 20 Kg dengan volume maksimum 100 dm3 (70cm x 48cm x 30cm).

Apabila melebihi ketentuan, maka penumpang akan dikenakan tarif atas kelebihan berat bagasi sebesar Rp 10.000/kg (eksekutif). Sedangkan untuk kelas bisnis dan ekonomi tarif kelebihan berat bagasi sebesar Rp 6.000/kg dan Rp 2.000/kg. Di samping itu semua penumpang wajib melakukan pemeriksaan bagasi di stasiun

Selasa, 22 Maret 2016

Hari Ini Garuda Indonesia Resmi Terbangi Jakarta - Silangit

 Janji Presiden Joko Widodo untuk mempercepat connectivity menuju destinasi wisata Danau Toba bukan omong kosong. Selasa (22/3) pagi, pukul 08.20 WIB, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-268 terbang dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mendarat di Bandara Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Ini adalah penerbangan perdana sebagai langkah maju pascakunker presiden ke Toba, 1 Maret 2016 lalu.

bisnistiket.co.id


“Terima kasih Garuda Indonesia. Terima kasih Angkasa Pura II. Terima kasih Kemenhub dan Kemen-BUMN. Saya berharap penerbangan perdana ini menjadi penanda percepatan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba, yang tengah digodok oleh Tim Percepatan 10 Top Destinasi Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta, dalam rilisnya, kemarin.

Toba adalah satu dari 10 Bali Baru yang digagas Presiden Jokowi untuk mempercepat menuju target 12 juta wisman di tahun 2016, dan 20 juta di tahun 2019. Sebelum sampai ke Toba, Presiden sempat meninjau fasilitas bandara Silangit, yang akhirnya diputuskan untuk diperpanjang landasannya dari 2.400 menjadi 2.650 meter, dan lebar dinaikkan dari 30 meter, menjadi 45 meter. Termasuk perluasan terminal penumpang, agar mampu menampung lebih banyak penumpang dan pengantar.

Progres connectivity dengan percepatan Bandara Silangit ini boleh dibilang, ngebut. Diawali dari Ratas Presiden Jokowi 2 Februari 2016 di Kantor Presiden. Sebulan kemudian, peninjauan ke lokasi 1 Maret 2016. Lalu 22 Maret, dilakukan penerbangan perdana, yang nantinya akan diterbangi 3 kali seminggu.

“Ini adalah bagian dari percepatan 10 destinasi wisata prioritas, yaitu: Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Presiden Joko Widodo sudah menggariskan, tahun 2016 sebagai tahun percepatan. Jadi langkah dua BUMN itu –Garuda Indoensia dan Angkasa Pura II-- sangat responsive. Tentu juga kemenhub, yang juga sudah melakukan mendalaman pengembangan Bandara Silangit," kata Arief.

Ketua Tim Percepatan 10 Top Destinasi Pariwisata Hiramsyah Sambudhy Thaib juga ikut dalam rombongan “Inaugural Flight Jakarta – Silangit.” Dia akan ikut group bersama dua anggota tim lain, Arie Prasetyo dan Larasati Sedyaningsih. Mereka akan bergabung dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo, 49 undangan, 34 penumpang umum dan 27 tim Garuda.


PT Angkasa Pura II (Persero) sendiri, sebagai pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Silangit, mendukung layanan penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta – Silangit – Jakarta, yang akan dilayani tiga kali setiap minggunya dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet.” Kapasitasnya tidak banyak, hanya 96 penumpang dengan konfigurasi all economy class, dua-dua," kata Budi Karya Sumadi, Dirut AP II.

Minggu, 20 Maret 2016

Duka Dunia Penerbangan Internasional, Pesawat Flydubai Jatuh dan Hancur Di Rusia

bisnistiket.co.id



Lagi sebuah kecelakaan yang memilukan dalam dunia penerbangan internasional. Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan Flydubai jatuh dan hancur di bandara Rusia. Puing-puing pesawat maskapai Flydubai memenuhi landasan bandara Rostov-on-Don, Rusia. Lebih dari 700 petugas dikerahkan untuk menyisir lokasi memeriksa puing, mencari jasad korban dan juga satu bagian kotak hitam yang masih dicari. Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (19/3/2016), foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan puing-puing bertebaran di area yang cukup luas. Para petugas bekerja di bawah guyuran salju yang melanda wilayah Rostov.

Kementerian Urusan Darurat Rusia menyebut, lebih dari 700 petugas penyelamat disertai 100 kendaraan dikerahkan menyisir lokasi kejadian. Beberapa bertugas mencari jasad korban tewas, sedangkan yang lain mencari bagian kedua dari kotak hitam pesawat yang belum ditemukan. Perwakilan Komisi Investigasi Rusia, Vladimir Markin, sebelumnya menyatakan tim penyidik telah menemukan salah satu dari dua bagian kedua kotak hitam pesawat jenis Boeing 737-800 tersebut.

Dilaporkan jurnalis AFP yang ada di lokasi, polisi memasang garis polisi di sekitar area bandara. Keluarga korban mulai memenuhi terminal kedatangan bandara. Pesawat yang membawa 55 penumpang dan tujuh awak ini jatuh di lokasi berjarak 250 meter dari landasan bandara Rostov-on-Don. Pesawat ini menghantam tanah sebelum mencapai landasan. Komisi Investigasi Rusia menyebut pesawat pecah berkeping-keping setelah menghantam daratan.

Suasana di sekitar bandara dilanda hujan deras dan angin kencang ketika insiden ini terjadi. Saksi mata mengaku melihat pesawat terbakar setelah jatuh ke daratan pada Sabtu (19/3) dini hari

Sabtu, 19 Maret 2016

Pembobolan Koper Di Bandara Kembali Terjadi, Salah Siapa ?






Kasus pendodosan koper penumpang pesawat kembali terjadi. Kali ini, koper milik seorang penumpang Batik Air yang diduga dijarah petugas ground handling maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air Group tersebut. "Koper saya dibobol. Ponsel saya hilang, " ujar Bernadus Sanga (66), penumpang Batik Air korban pendodosan koper, Jumat (18/3) di Bandara Soekarno Hatta.

bisnistiket.co.id

Bernadus mengatakan, peristiwa ini menimpanya pada tanggal 15 Maret kemarin. Bernadus saat itu melakukan penerbangan dari Bandara Pattimura Ambon menuju Bandara Soekarno Hatta dengan Batik Air nomor penerbangan ID 6175. "Dari Ambon saya transit Bandara Juanda Surabaya dulu, baru lanjut ke Soetta, " kata Bernadus. Mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Bernadus pun menuju lokasi baggage claim untuk mengambil kopernya. Namun, kopernya tidak kunjung turun.

"Saya nunggu lama sekali. Sampai saya cuma sendirian di tempat baggage claim. Semua orang yang nunggu bareng saya sudah keluar duluan, " kata Bernadus. Lama kemudian, barulah koper merk Polo warna cokelat milik Bernadus keluar di conveyor belt. Bernadus yang sudah lelah pun langsung menyambar kopernya dan bergegas pulang.

Dalam perjalanan pulang, barulah Bernadus menyadari ada kejanggalan pada kopernya.
"Tali pengencang koper saya terbuka. Tapi saat itu saya belum curiga karena kondisi retsleting koper saya masih bagus. Gemboknya pun masih terpasang," katanya. Di rumah, Bernadus pun membuka kopernya, dan mendapati ponsel Samsung miliknya sudah raib. "Saya sudah coba telepon customer service maskapai, tapi tidak pernah ada jawaban. Sampai pulsa saya habis lebih dari Rp 100.000. Saya ke bandara mau komplain langsung ke maskapainya, " katanya

Kamis, 17 Maret 2016

Garuda Harapkan Citilink Untuk Kuasai Pasar Penerbangan Domestik

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengaku ingin anak usahanya yang bergerak dalam bisnis penerbangan berbiaya rendah, Citilink Indonesia, bisa menguasai penerbangan domestik di Indonesia. Keinginan itu memang sangat mungkin bisa dicapai berkat ekspansi yang dilakukan oleh Citilink Indonesia.

bisnistiket.co.id


Saat ini dua anak usaha Garuda Indonesia, yaitu Citilink Indonesia dan Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, memang memiliki performa yang mentereng. GMF AeroAsia sendiri telah menjadi perusahaan perbaikan dan perawatan pesawat terbesar di Indonesia. “Kami ingin Citilink bisa memiliki jaringan yang luas, dengan grup GMF ingin mendominasi pasar domestik. Hal ini bertujuan agar kami bisa mengambil peran dalam pengembangan industri daerah yang lebih luas,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo.

Menurut Arif, Garuda Indonesia sebagai induk usaha tidak mungkin bisa menguasai semua segmen. Oleh karena itu, Garuda Indonesia mengerahkan Citilink Indonesia agar bisa menguasai segmen menengah ke bawah, sedangkan Garuda Indonesia menyasar pelanggan dari kalangan menengah ke atas. “Hal ini tidak mudah karena tantangannya banyak, untungnya saat ini kondisi Citilink sudah lebih stabil dalam melakukan ekspansi,” tuturnya.


Citilink Indonesia baru saja menerima kedatangan satu dari delapan pesawat Airbus A320 yang dijadwalkan tiba pada tahun ini. Dengan tambahan pesawat baru, hingga akhir tahun nanti Citilink Indonesia bakal mengoperasikan sebanyak 44 pesawat Airbus A320. Pesawat yang baru tiba ini rencananya akan digunakan untuk membuka tiga rute penerbangan baru, yakni Medan-Banda Aceh, Medan-Pekanbaru, dan Pekanbaru-Bandung.

Rabu, 16 Maret 2016

Xpress Air Akan Buka Rute Pekanbaru - Malaka Mulai April

Seiring tingginya angka kunjungan wisata medis ke negara Malaysia, April mendatang, maskapai Xpress Air akan membuka rute Pekanbaru-Malaka, Malaysia. Seperti diungkapkan Rizon Jayadi, Station Maneger PT Travel Express Aviation Service Pekanbaru, rute itu bakal diterbangi dengan pesawat Dornier 328-100 berkapasitas 32 penumpang, empat kali dalam seminggu.

bisnistiket.co.id


“Rute Pekanbaru-Malaka sangat berpotensial untuk dikembangkan pihak  maskapai. Karena banyak warga Indonesia, termasuk Riau yang berobat ke Malaysia, setiap tahunnya,” kata Rizon. Rencananya, pesawat akan terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II (PKU) pada pukul 11.00 WIB dengan lama durasi penerbangan sekitar satu jam sebelum tiba di Bandara Melaka (MKZ) pada pukul 13.00 waktu setempat.

Sejauh ini, pihak maskapai belum menentukan tanggal penerbangan perdana. Untuk harga tiket, Rizon menyebut Xpress Air mematok tarif Rp 600.000, lebih murah dari Maskapai Malindo yang satu-satunya menerbangi rute itu dengan harga tiket sekitar Rp1 juta.

Rizon mengatakan maskapai asal Indonesia Timur ini akan terus mengembangkan sayapnya di rute Sumatra dan Jawa. Xpress Air akan membuka rute Pekanbaru-Bandung dan siap bersaing dengan maskapai Air Asia dan Citilink.


Xpress Air menapaki wilayah  Indonesia bagian barat dengan membuka rute di Sumatra, yaitu Pekanbaru, Tanjung Pinang dan Palembang. Hingga kini, rute ini masih rutin diterbangi setiap empat kali dalam seminggu semenjak terbang perdana pada akhir tahun lalu.

Selasa, 15 Maret 2016

Bandara Hang Nadim Mulai Tunjukkan Peningkatan Jumlah Penumpang

Jumlah penumpang pesawat di Bandara Hang Nadim kini mulai ramai.Sejak Januari hingga akhir Februari, terjadi penurunan jumlah penumpang maskapai di Bandara Hang Nadim Batam hingga 2000-an orang per hari. Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Suwarso mengatakan penumpang pesawat sudah mulai ramai sejak Maret ini.

bisnistiket.co.id


"Mulai menunjukan peningkatan sedikit demi sedikit. Akhir bulan ini mungkin akan pulih kembali," ujar Suwarso kepada Tribun Batam melalui seluler, Selasa (15/3/2016).
Menurutnya, beberapa jumlah penumpang maskapai seperti Lion Air, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia kini perlahan sudah mulai ‎normal.

Penurunan jumlah penumpang sejak dua bulan lalu telah menyebabkan sejumlah perusahaan maskapai mengurangi jadwal penerbangan dari dan ke Batam yang cukup signifikan.
‎"Ya memang sebelumnya banyak pembatalan penerbangan karena sepinya penumpang. Dan maskapai memadatkan jadwal penerbangannya untuk menyiasatnya," ungkapnya.
Tak hanya itu, penurunan penumpang ini hingga membuat hampir seluruh maskapai mengobral harga tiket dengan menjual lebih murah.‎

Hal itu dilakukan dengan harapan meningkatkan minat masyarakat untuk bepergian melalui transportasi udara. "Apron Bandara sudah mulai terlihat padat terisi pesawat. Pesawat sudah mulai ada yang memarkirkan jauh dari terminal karena memang Apron ini sudah terisi penuh pesawat," tambahnya

Senin, 14 Maret 2016

Lion Akan Gunakan ATR 72 Untuk Eksploitasi Rute Di Papua

Maskapai penerbangan Lion Group telah menerima kedatangan pesawat ATR 72 yang ke-60. Rencananya, pesawat ATR 72 yang ke-60, lebih spesifik lagi bertipe ATR 72-600, akan dioperasikan oleh anak usaha Lion Group yang fokus dalam melayani rute-rute penerbangan jarak pendek menggunakan pesawat baling-baling, Wings Air.

bisnistiket.co.id


Seperti diketahui, Lion Group merupakan pelanggan terbesar bagi pesawat ATR 72 dan pesawat itu dioperasikan oleh dua anak usaha Lion Group, yaitu Wings Air yang beroperasi di Indonesia dan Malindo Air dengan basis di Malaysia. Rinciannya adalah Wings Air mengoperasikan 49 pesawat ATR 72 sedangkan Malindo Air mengoperasikan 11 pesawat jenis yang sama. “Tentu dengan kedatangan pesawat ATR yang ke-60 ini merupakan hal yang kami tunggu, dan akan terus ditunggu hingga total unit keseluruhan sesuai dengan pemesanan kami,” kata Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait.


Secara total Lion Group telah memesan 100 pesawat ATR 72. Pesawat-pesawat itu akan datang secara bertahap hingga seluruhnya selesai dikirimkan pada tahun 2019 mendatang. “Dengan bertambahnya armada kami, tentu akan semakin menunjang dan meningkatkan pelayanan operasional bagi maskapai kami yang menggunakan pesawat ATR,”ungkap dia, sembari menambahkan bahwa pemesanan pesawat ATR 72 hingga 100 unit itu dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang, apalagi di Indonesia sangat banyak bandara-bandara yang belum bisa didarati oleh pesawat jet sekelas Airbus A320 atau Boeing 737.

Menurut Edward, pesawat dengan kapasitas 72 kursi kelas ekonomi itu akan digunakan oleh Wings Air untuk melayani penerbangan jarak pendek menuju daerah-daerah terpencil di Indonesia. Beberapa wilayah yang menjadi incaran Lion Group dalam pengembangan rute penerbangan menggunakan pesawat ATR 72 antara lain Kabupaten Biak Numfor dan beberapa wilayah lain di Papua, Kabupaten Kerinci di Jambi, dan lain sebagainya. “Untuk penerbangan daerah kecil, kami tahun ini memang tertarik mengembangkan rute Biak Numfor atau rute di Papua,” ujarnya.

Minggu, 13 Maret 2016

Maskapai Emirates Buka Rute Terjauh Di Dunia

Maskapai penerbangan yang berbasis di Dubai, Emirates, akhirnya meluncurkan rute penerbangan nonstop dari Dubai menuju Auckland di Selandia Baru mulai 3 Maret 2016. Dubai-Auckland pun menjadi rute penerbangan nonstop terpanjang di dunia dengan jarak 14.203 kilometer, mengalahkan rute penerbangan terjauh sebelumnya yang dimiliki Qantas dengan rute Sydney-Dallas yang berjarak 13.804 kilometer.

bisnistiket.co.id


Selain menjadi rute penerbangan nonstop terpanjang di dunia, Dubai-Auckland sekaligus menjadi koneksi penerbangan nonstop pertama bagi Emirates menuju Selandia Baru. Sebelumnya maskapai penerbangan internasional terbesar di dunia ini sudah terbang ke sejumlah kota di Selandia Baru, namun dengan satu kali pemberhentian di Australia.

“Ini pengembangan yang penting bagi pelanggan kami, bagi Emirates, dan bagi Selandia Baru. Kami mengantisipasi permintaan yang tinggi pada rute itu, menyediakan kapasitas yang lebih besar bagi wisatawan yang menuju Selandia Baru yang sekarang mencapai 3 juta wisatawan per tahun. Kami juga memperkirakan layanan ini akan populer bagi kalangan masyarakat Selandia Baru yang menginginkan koneksi cepat menuju Eropa dan Timur Tengah,” kata President of Group Service Emirates Gary Chapman.

Dengan adanya layanan penerbangan nonstop, penumpang Emirates dari Dubai yang akan menuju Auckland hanya perlu menempuh perjalanan selama kurang dari 16 jam, lebih singkat tiga jam jika dibandingkan dengan penerbanganyang transit di Australia. Sedangkan penerbangan dari Auckland menuju Dubai secara nonstop bakal ditempuh dalam waktu lebih dari 17 jam.

Rute penerbangan nonstop Dubai-Auckland dioperasikan dengan pesawat Boeing 777-200LR berkapasitas 266 kursi yang dikonfigurasi dalam tiga kelas. Selain penerbangan nonstop, Emirates juga menyediakan layanan tiga penerbangan harian menggunakan Airbus A380 menuju Auckland dan satu penerbangan harian Boeing 777 menuju Christchurch dengan satu kali pemberhentian di Australia, sehingga dengan penambahan rute penerbangan nonstop ini maka Emirates menyediakan lebih dari 2.000 kursi per hari untuk layanan penerbangan dari Dubai ke Selandia Baru maupun sebaliknya.

Sekedar informasi, Dubai-Auckland bukanlah rute penerbangan nonstop terjauh yang pernah ada. Sebelumnya sudah ada penerbangan nonstop sejauh 15.345 kilometer dari Singapura menuju New York yang dioperasikan oleh Singapore Airlines sudah dihentikan sejak tahun 2013. Namun, Singapore Airlines berencana kembali melayani rute penerbangan itu pada tahun 2018 mendatang menggunakan pesawat Airbus A350-900 ultra-long range.

Setelah meluncurkan rute penerbangan nonstop terjauh di dunia dari Dubai ke Auckland, Emirates akan meluncurkan rute penerbangan nonstop lainnya yang masuk kategori terjauh di dunia, yaitu dari Dubai menuju Panama City yang berjarak 13.821 kilometer. Seolah tidak mau kalah, United Airlines juga akan melayani penerbangan nonstop dari San Francisco menuju Singapura dengan jarak 13.592 kilometer.

Untuk sementara ini, lima rute penerbangan nonstop terpanjang yang sudah dilayani oleh maskapai penerbangan antara lain Dubai-Auckland oleh Emirates sejauh 14.203 kilometer, Sydney-Dallas dilayani oleh Qantas berjarak 13.804 kilometer, Atlanta-Johannesburg dioperasikan oleh maskapai penerbangan Delta Air Lines dengan jarak 13.582 kilometer, Abu Dhabi-Los Angeles berjarak 13.502 kilometer oleh Etihad Airways, dan Dubai-Los Angeles dengan jarak 13.420 kilometer yang kembali diisi oleh Emirates.

Jumat, 11 Maret 2016

Bos Lion Group Angkat Bicara Perihal Sengketa Bandara Halim Perdana Kusuma

Bos Lion Air Group, Edward Sirait, membeberkan asal muasal perjanjian terkait pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma. Sengketa terkait pengelolaan bandara itu kembali mencuat usai beredarnya informasi penolakan Peninjauan Kembali (PK) pihak PT Angkasa Pura II (persero) yang diajukan kepada Mahkamah Agung (MA). Edward menegaskan,  pihaknya tidak pernah menyatakan akan mengambil alih kelola bandara tersebut. Hal itu tidak mungkin, sebab, anak usahanya yaitu PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) juga tidak memiliki status sebagai pengelola atau disebut Badan Usaha Bandar Udara (BUBU).


"Perlu saya tegaskan, soal Halim itu kerjasama kami ya sewa menyewa, tidak ada sama sekali untuk pengalihan kepemilikan, kerjasama sewa menyewa itu sudah kami mulai dari tahun 2005," kata Edward di Batam, Jumat 11 Maret 2016. Pada waktu itu, terang dia, Grup Lion meneken kontrak kerjasama dengan pihak Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) TNI melalui anak usahanya PT ATS. Kala itu perjanjian dilakukan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. "2005 itu perjanjian sewa menyewa lahan seluas 21 hektare, dan sebenarnya lahan itu adalah terminal dan apron itu, itu perjanjiannya," kata dia.
Ia menjelaskan, latar belakang pihaknya melakukan kerjasama dengan pihak Inkopau waktu itu adalah keinginan perusahaan untuk bisa melakukan penambahan kapasitas penerbangan dari Jakarta ke daerah lain, maupun sebaliknya. Sebab, diperkirakan kapasitas Bandara Soekarno Hatta butuh ditopang oleh bandara alternatif lain. "Makanya kami kerjasama dengan inkopau yang notabenenya  dalam UU yang berlaku waktu itu diperbolehkan, artinya tidak ada yang melanggar," kata dia.
Setelah itu, ia menjelaskan ada UU baru yang dikeluarkan, salah satunya UU TNI. Namun katanya, semua tetap melalui proses yang sesuai dan diatur oleh peraturan dari Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Keuangan. "Jadi intinya kami tidak ada pengalihan kepemilikan, kalau saya bicara sejarah sebenarnya saya malu menceritakan, karena waktu itu ditanya dari TNI AU ke AP (Angkasa Pura) II ini bagaimana, mereka bilang kami enggak (kelola), kita rugi di situ, " tukas Edward.

Kamis, 10 Maret 2016

Tak Perpanjang Kontrak Dengan Liverpool, Garuda Akan Sponsori Rio di F1?

Jakarta - Garuda Indonesia menyudahi kontraknya untuk menjadi salah satu sponsor Liverpool. Maskapai penerbangan nasional itu kini diajak untuk mendukung Rio Haryanto di ajang F1. Yuk, Garuda! Garuda dalam empat musim terakhir menjadi sponsor Liverpool, yang membuat logo mereka terpampang di seragam latihan dan jaket The Reds. Namun mulai musim depan mereka tak lagi menjadi salah satu sponsor 'Si Merah'.

bisnistiket.co.id


Setelah tak lagi menjadi sponsor klub Premier League itu, Garuda kini diajak untuk menjadi sponsor Rio di F1. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, secara khusus mengajak Garuda berpartisipasi mendukung pebalap Indonesia pertama di balapan jet darat itu. "Karena kiprah Rio di F1 merupakan sejarah sekaligus kebanggan nasional, kami berharap Garuda Indonesia ikut membantu mensponsori karena dana yang dibutuhkan masih kurang," ujar Menpora usai bertemu Direktur SDM dan Umum PT Garuda Indonesia, Heryanto Agung Putra, di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Jakarta, Kamis (03/03/2016).

Rio membutuhkan dana 15 juta euro untuk bisa mendapat satu kursi di Tim Manor. Saat ini dana yang didapat baru sepertiganya, yang diperoleh dari Pertamina. Sisanya masih terus dicari dan diharapkan bisa terkumpul dalam waktu cepat. Menpora sempat melontarkan beberapa usulan, selain rencana penggunaan APBN yang mendapat resistensi. Imam Nahrawi mengusulkan agar dana sponsor untuk Rio datang dari Kementrian Pariwisata dengan memasang logo Wonderlful Indonesia di mobil Rio. Ada juga usulan supaya pengawai pemerintahan dengan sukarela menyumbang pada Rio.

Garuda Indonesia termasuk salah satu pihak yang paling diharapkan Menpora. Apalagi, sebelumnya sudah ada kerjasama antara Kemenpora dan Kementerian BUMN untuk dukungan kegiatan kepemudaan dan keolahragaan. Termasuk untuk pembinaan cabang olahraga tertentu untuk bisa mengembangkan prestasi olahraga indonesia. "Dukungan kepada Rio Haryanto dapat melalui mekanisme sponsorship sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," lanjut Imam.

Rabu, 09 Maret 2016

Anak Perusahaan Lion Group Indonesia Rencanakan Terbangi Timika Kembali

Lion Group melalui dua anak usahanya, Lion Air dan Wings Air, sedang menjajaki peluang untuk melayani penerbangan dari dan menuju Timika, Papua. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Mimika John Rettob yang menyatakan bahwa perwakilan dari manajemen Batik Air sudah datang ke Timika untuk mengecek berbagai persiapan, seperti seperti ground handling, kantor penjualan tiket, dan lainnya.

bisnistiket.co.id


“Pada prinsipnya Pemda Mimika sangat mendukung kalau semakin banyak operator penerbangan yang membuka rute penerbangan langsung ke Timika. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat kemudahan tiket untuk bisa bepergian ke mana saja. Kalau semakin banyak operator penerbangan masuk, maka sudah tentu harga tiket penerbangan semakin bersaing,” ujar John.

Menurut John, saat ini Batik Air sedang mengurus berbagai persyaratan untuk bisa melayani penerbangan dari dan menuju Timika. Apalagi sejak mengalami insiden pesawatnya tergelincir di Yogyakarta pada November 2015 lalu, Batik Air masih belum bisa melakukan ekspansi, baik itu menambah frekuensi penerbangan maupun membuka rute penerbangan baru. “Mudah-mudahan kalau semua hal itu sudah selesai maka perusahaan Batik Air bisa melaksanakan pengembangan kapasitas rute penerbangan ke Timika, apalagi rencana ini sudah diajukan sejak lama,” kata dia.

Rencananya, Batik Air akan melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Timika dengan satu kali pemberhentian di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Timika secara nonsto. Sementara itu, Wings Air akan mengoperasikan layanan penerbangan Jayapura-Wamena-Timika-Tual menggunakan pesawat baling-baling ATR 72 yang berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi. “Pihak Wings Air sudah siap untuk membuka rute baru tersebut. Rencananya pesawat Wings Air nantinya akan menggunakan area parkir (apron) di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika yang dibangun oleh pemerintah. Mereka juga akan menggunakan fasilitas terminal penumpang VIP yang sudah selesai,” ungkap John.

Selasa, 08 Maret 2016

Bandara Trunojoyo Tipis Harapannya Bisa Berkembang

Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep mengaku pesimis bisa mengembangkan Bandara Trunojoyo sehingga bisa menjadi sebuah bandara yang digunakan oleh penerbangan komersial. Pasalnya, memasuki tahun kedua Bandara Trunojoyo melayani penerbangan perintis yang mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan, belum ada perkembangan berarti dari bandara ini.

bisnistiket.co.id


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep Muhammad Fadillah mengatakan bahwa pada tahun lalu penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo dilayani oleh maskapai penerbangan Susi Air, sedangkan pada tahun ini dilayani oleh Airfast Indonesia. Namun, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan dari dan menuju Bandara Trunojoyo hingga tahun kedua ini belum mengalami peningkatan. Padahal, pada tahun pertama Bandara Trunojoyo melayani penerbangan menuju dua destinasi, yaitu Surabaya dan Jember. Di tahun kedua, Bandara Trunojoyo hanya melayani penerbangan dari dan menuju Surabaya saja. Penerbangan Sumenep-Jember tidak dilanjutkan karena sepi penumpang.

Menurut Fadillah, pada tahun ini jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan dari Sumenep ke Surabaya dan sebaliknya juga tidak banyak. Malah jumlah penumpang yang naik tidak pernah memenuhi target sebanyak 12 kursi dari total 20 kursi yang tersedia. “Sampai sekarang rute Sumenep-Surabaya-Bawean, hanya dari Surabaya ke Bawean yang full seratus persen. Tapi kalau dari Sumenep ke Surabaya normal-normal saja, artinya mereka yang memanfaatkan penerbangan dari Sumenep hanya orang yang tingkat ekonomi menengah ke atas,” terangnya.


Airfast Indonesia melayani penerbangan perintis dari Sumenep menuju Surabaya menggunakan pesawat DHC-6 Twin Otter yang berkapasitas 20 kursi. Namun, karena pesawat juga mengangkut barang dan kargo lainnya, jumlah penumpang maksimal yang boleh diangkut hanya 12-15 penumpang. “Selama ini jangankan 12 penumpang, penumpang maksimal hanya enam orang,” keluh Fadillah, sembari menambahkan bahwa harga yang dipatok pada penerbangan Airfast Indonesia lebih murah dibandingkan dengan penerbangan Susi Air pada tahun lalu.

Senin, 07 Maret 2016

Garuda akan Terbangi Jakarta-Silangit dengan Pesawat CRJ1000 NextGen

Maskapai Penerbangan Nasional Garuda Indonesia Akan Layani Rute Jakarta Silangit
garuda indonesia

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia dalam waktu dekat ini dikabarkan akan melayani rute penerbangan baru dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Silangit Tapanuli Utara. Upaya Garuda Indonesia yang akan membuka rute penerbangan Jakarta-Silangit mulai 23 Maret 2016 itu turut membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Sumatera Utara, khusus di Danau Toba.
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengaku sudah menandatangani kesepakatan dengan Garuda Indonesia yang akan melayani rute penerbangan Jakarta-Silangit tiga kali dalam sepekan. “Ini sebuah kabar yang menggembirakan. Impian kita terwujud, kita promosikan dan dukung secara bersama-sama karena ini merupakan upaya percepatan pengembangan Danau Toba sebagai Monaco Asia, sehingga secara otomatis masyarakat di sekitar Danau Toba akan maju dan sejahtera,” ujar Nikson.
Rencananya, Garuda Indonesia akan melayani rute penerbangan baru Jakarta-Silangit ini menggunakan pesawat jet buatan Kanada, Bombardier CRJ1000 NextGen. “Karena ini sesuai dengan instruksi bapak Presiden yang mendukung pengembangan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional. Kami akan maksimalkan waktu dua minggu ini dengan sangat efektif untuk pembenahan. Karena ini adalah awal dari bangkitnya perekonomian wilayah sekotar dan Pariwisata Danau Toba,” kata Nikson.


sumber : indo-aviation.com

Minggu, 06 Maret 2016

Batik Air Belum Diijinkan Buka Rute Baru

Sebuah pesawat Boeing 737-900ER milik maskapai penerbangan Batik Air yang mengoperasikan rute Jakarta-Yogyakarta tergelincir di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta November 2015 silam. Sejak saat itu izin penerbangan ID6380 yang terkait dengan insiden dibekukan oleh Kementerian Perhubungan. Penerbangan itu baru boleh dioperasikan kembali setelah Batik Air melakukan perbaikan dan melakukan corrective action yang disarankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

bisnistiket.co.id


Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalankan berbagai perbaikan yang diminta oleh KNKT meskipun laporan akhir terkait dengan insiden itu belum dirilis kepada publik. “Safety audit dari Kementerian Perhubungan sudah dilakukan terhadap kami, sudah close semua, termasuk temuannya. Safety recommendation KNKT juga sudah dipenuhi. Semua sudah dipenuhi, tetapi rutenya sampai saat ini masih dibekukan,” katanya.

Selain membekukan penerbangan ID6380 Jakarta-Yogyakarta, ternyata Kementerian Perhubungan juga melarang Batik Air untuk mengajukan izin pembukaan rute penerbangan baru. Menurut Achmad, pengajuan rute penerbangan baru maupun penambahan frekuensi penerbangan bisa dilakukan setelah ada corrective action dari KNKT dan mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Jadi, seakan-akan kami ini dihukum. Alhasil, banyak calon pilot yang mendaftar ke Batik Air, sekitar 80 orang yang standby mau masuk, jadinya enggak bisa masuk,” ungkap dia.

Achmad menambahkan, larangan pembukaan rute penerbangan baru dan penambahan frekuensi penerbangan yang sudah ada tentu saja menghambat ekspansi Batik Air. Dia pun hanya bisa berharap Kementerian Perhubungan segera mencabut pembekuan izin penerbangan ID6380 serta diizinkan membuka rute penerbangan baru dan menambah frekuensi penerbangan. “Banyak hal yang menjadi terhambat, termasuk ekspansi Batik Air,” imbuh Achmad

Sabtu, 05 Maret 2016

Inilah Laba Yang Diperoleh AirAsia Di Kuartal Keempat 2015

Maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Malaysia, AirAsia, telah menyampaikan laporan keuangan di kuartal keempat 2015. Hasilnya, sepanjang tiga bulan terakhir tahun lalu AirAsia sukses membukukan laba bersih senilai RM 554,2 juta. Pencapaian AirAsia di kuartal keempat 2015 ini mengalami kenaikan yang sangat drastis dibandingkan dengan kerugian bersih senilai RM 428,5 juta di kuartal keempat 2014.

bisnistiket.co.id


Untuk periode satu tahun sepanjang 2015, AirAsia berhasil membukukan laba bersih sebesar RM 884,6 juta atau mengalami kenaikan sebesar 115 persen dibandingkan dengan laba bersih yang didapatkan pada laporan keuangan tahun 2014 sebesar RM 411,3 juta. AirAsia mengatakan bahwa keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan pada laporan keuangan tahun 2015 di luar ekpekstasi mereka sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan AirAsia sepanjang kuartal keempat 2015 mencapai RM 2,2 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 46,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Harga tiket yang ditawarkan oleh AirAsia pada periode itu mengalami kenaikan 3,5 persen dan pendapatan ancillary per penumpang mengalami kenaikan 4,3 persen dibandingkan dengan kuartal keempat 2014. Kenaikan-kenaikan itu terjadi berkat meningkatnya jumlah penumpang sebesar 9,6 persen sepanjang kuartal keempat 2015.


AirAsia optimis di tahun 2016 bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik lagi karena permintaan perjalanan dari wisatawan asal China yang diprediksi akan meningkat. Baru-baru ini Pemerintah Malaysia memberikan bebas visa kepada wisatawan asal China yang akan membantu meningkatkan aktivitas pariwisata.

Jumat, 04 Maret 2016

Pernyataan Kemenhub Perihal Dibekukannya Rute Batik Air

Rute penerbangan Jakarta-Yogyakarta milik Batik Air dengan nomor ID6380 masih dibekukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah pesawatnya tergelincir awal November 2015 lalu. Hingga kini Batik Air masih belum bisa melayani kembali penerbangan ID6380 Jakarta-Yogyakarta. Bahkan yang paling apes, pasca insiden itu Batik Air belum diizinkan melakukan ekspansi, baik itu dengan menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada maupun membuka rute penerbangan baru.

bisnistiket.co.id


Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie sempat menyatakan kekecewaannya lantaran Kementerian Perhubungan belum memberikan izin kepada Batik Air untuk menerbangi kembali rutenya maupun berekspansi. Padahal, Batik Air sudah melakukan berbagai corrective action seperti yang diminta oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “KNKT itu sudah kasih surat ke kami, bahwa Batik Air sudah melakukan corrective action dari hasil investigasi KNKT, dan itu surat resmi bukan abal-abal. 

Kementerian Perhubungan juga sudah datang, dan melakukan safety audit. Seharusnya kalau pemerintah benar, copot saja dulu sanksinya, kami diperbolehkan lagi mengajukan rute baru sesuai dengan izin yang diberikan, kalau ada bukti baru, baru tutup lagi aja. Itu kan lebih baik,” kata Lutfhie.


Menanggapi kekecewaan Batik Air, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan bahwa hasil investigasi dari KNKT yang dikirimkan ke Kementerian Perhubungan maupun Batik Air masih berupa draft, belum final report.  Menurut Suprasetyo, pencabutan pembekuan rute penerbangan memang bisa dilakukan dengan mengacu pada draft dari KNKT. Akan tetapi, KNKT tidak menjamin isi di dalam draft tidak berubah di final report, sehingga Kementerian Perhubungan memutuskan menunggu hingga final report dari KNKT keluar. “Sesuai persyaratan, harus terlebih dahulu memenuhi rekomendasi dari KNKT, kemudian diaudit. Namun, laporan yang kami terima dua pekan lalu masih berupa draft, bukan final. “Hasil final investigasi KNKT tersebut akan dikeluarkan dalam 60 hari ke depan,” tukasnya.

Rabu, 02 Maret 2016

Target Citilink Luar Biasa, Merajai Rute Penerbangan Domestik

Maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia berambisi untuk menjadi raja rute penerbangan domestik. Bahkan anak perusahaan Garuda Indonesia itu yakin mampu mewujudkan target itu dalam waktu lima tahun ke depan karena peluang di penerbangan domestik masih sangat luas.

bisnistiket.co.id


Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan bahwa untuk mencapai target itu Citilink Indonesia akan melakukan ekspansi dengan menambah frekuensi penerbangan maupun membuka rute-rute penerbangan baru. Penambahan rute-rute penerbangan baru maupun penambahan frekuensi penerbangan bisa dilakukan ketika perusahaan menambah pesawat baru. Secara total tahun ini Citilink Indonesia akan menambah delapan pesawat Airbus A320 di dalam armadanya sehingga di akhir tahun nanti mengoperasikan sebanyak 44 pesawat Airbus A320.


“Kita menguatkan domestik dulu. Karena domestik kita lihat peluang ada, terutama ke daerah yang kita sudah terbangi, kemudian juga ke timur Indonesia. Kita ingin perkuat di frekuensi. Kita mendapat tambahan pesawat untuk perkuat regional saat ini, Selain itu agar bisa merajai pangsa pasar penerbangan domestik anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak dalam bisnis penerbangan berbiaya rendah ini, baru saja menerima kedatangan pesawat Airbus A320 yang pertama dari total delapan pesawat yang akan tiba sepanjang tahun 2016. Rencananya pesawat-pesawat baru itu akan digunakan oleh perusahaan untuk menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada dan membuka rute-rute penerbangan baru.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Group Benny Siga Butarbutar mengatakan bahwa Citilink Indonesia saat ini mengincar pembukaan rute penerbangan Jakarta-Lombok. “Tahun ini Citilink mau tambah lagi delapan unit armada pesawat jenis Airbus. Sekarang kami tengah mengkaji rute penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya. Kami kaji dulu prospeknya,” ujar dia.

Menurut Benny, rute penerbangan Jakarta-Lombok memiliki potensi yang tinggi. Apalagi Lombok dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Saat ini Citilink Indonesia telah melayani penerbangan menuju Lombok dari Surabaya. “Kami tengah melakukan kajian-kajian bisnis terhadap rute Jakarta-Lombok dan sebaliknya karena permintaan dari pemerintah daerah juga ada. Intinya Jakarta-Lombok tetap dalam pantauan target Citilink, namun harus ditopang dengan rute penerbangan lain yang bisa lebih memberikan pengaruh pendapatan,” tambahnya

Selasa, 01 Maret 2016

Investor China Berminat Akuisisi Merpati Airlines

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan akan melakukan privatisasi terhadap maskapai penerbangan pesakitan Merpati Nusantara Airlines. Di tangan swasta, diharapkan Merpati Nusantara Airlines bisa hidup kembali dan menjadi perusahaan yang sehat. Kabarnya sudah ada dua investor asing yang tertarik mengakuisisi Merpati Nusantara Airlines.

bisnistiket.co.id


Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha BUMN Aloysius K. Ro mengatakan bahwa dua investor asing yang tertarik mengambil alih Merpati Nusantara Airlines itu berasal dari China dan Eropa. Khusus untuk investor yang berasal dari Eropa, investor itu membuat sebuah konsorsium dengan menggandeng investor lokal di Indonesia. “Yang dulu itu ada dua, ada dari China lalu ada yang konsorsium dari Eropa dengan lokal, tapi kita belum oke, kita minta sabar,” kata Aloysius.

Menurut dia, Kementerian BUMN memang belum menindaklanjuti keinginan dua investor itu untuk mengambil alih Merpati Nusantara Airlines. Pasalnya, Kementerian BUMN masih fokus dalam mengurus restrukturisasi perusahaan penerbangan itu, salah satunya dengan membayar tunggakan gaji karyawan yang sudah dua tahun belum dibayarkan. Setelah itu, Kementerian BUMN akan menghidupkan kembali izin operasi (Air Operator Certificate/AOC) Merpati Nusantara Airlines yang sudah mati di Kementerian Perhubungan. “Kemudian yang baru harus berusaha untuk menghidupkan kembali izin-izin operasional dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.


Aloy menambahkan, Kementerian BUMN baru akan menawarkan Merpati Nusantara Airlines kepada investor setelah mendapatkan persetujuan dari Komenterian Koordinator Bidang Perekonomian, sejalan dengan pengurusan izin terbang di Kementerian Perhubungan. Kementerian BUMN pun membuka peluang kepada investor asing untuk mengambil alih Merpati Nusantara Airlines meskipun tidak bisa sampai 100 persen karena terbentur peraturan di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, di mana investor asing hanya boleh memiliki maksimal 49 persen saham di maskapai penerbangan Indonesia. 

Sedangkan untuk investor dalam negeri, Kementerian Perhubungan siap melepas saham Merpati Nusantara Airlines hingga 100 persen. “Kalau dari luar itu di bawah 50 persen, kalau dari dalam itu boleh lebih di atas 50 persen. Kita siap sampai nol, silahkan ke swasta semua,” sebutnya. Selama proses restrukturisasi Merpati ini otomatis pemesanan tiket Merpati di bisnistiket.co.id ditiadakan.